Ada Google Meet (Asli) dan Meet “Biasa” dengan Logo Hampir Mirip, Apa Bedanya?

- Terdapat dua layanan Google yang akhir-akhir ini mungkin membuat bingung sebagian pengguna. Adapun dua layanan tersebut adalah aplikasi bernama Google Meet (Asli) dan Google Meet versi “biasa” atau tidak ada embel-embel “asli”.
Kedua aplikasi tersebut memiliki logo yang hampir mirip, yakni sama-sama menggunakan ikon kamera dengan warna yang berbeda. Google Meet (Asli) memiliki ikon aplikasi berupa kamera dengan warna hijau.
Baca juga: 15 Tahun Lalu, Google Umumkan Pengembangan Android Pertama
Sedangkan Google Meet versi “biasa”, ikon aplikasinya berupa kamera dengan perpaduan warna hijau, kuning, merah, dan biru. Kemiripan rupa dua aplikasi telekonferensi tersebut dapat dilihat lewat gambar di bawah ini.

Dari kemiripan tersebut, baik di segi nama maupun logo, tak heran apabila sebagian pengguna mempertanyakan perbedaannya, sebagaimana disampaikan oleh akun base dengan handle @convomfs di Twitter.
Perbedaan meet asli ama meet aja apa ya? ???? pic.twitter.com/VlB69Qqplh
— ???? (@convomfs) November 8, 2022
Lantas, sebenarnya apa perbedaan Google Meet (Asli) dan Google Meet biasa yang tidak berstatus “asli”? Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini mengenai perbedaan Google Meet (Asli) dan Google Meet biasa.
Perbedaan Google Meet (Asli) dan Google Meet
Google Meet (Asli)

Google Meet (Asli) merupakan aplikasi telekonferensi dari Google dengan fitur utama untuk membuat panggilan video dengan jumlah peserta yang besar, bisa mencapai maksimal hingga 500 orang.
Google Meet versi ini merupakan aplikasi telekonferensi Google yang mungkin telah banyak dipakai oleh sebagian pengguna dalam dua tahun terakhir di masa pandemi Covid-19. Aplikasi ini biasa dimanfaatkan untuk aktivitas pembelajaran, rapat, atau diskusi online.
Baca juga: Google Hangouts Resmi Pensiun, Ini Gantinya
Sebagaimana telah umum dipakai, lewat Google Meet (Asli), pengguna bisa membuat dan membagikan tautan undangan konferensi online. Kemudian, bisa juga menjadwalkan konferensi di Google Calendar.
Saat konferensi berlangsung, Google Meet (Asli) dapat dipakai untuk membagikan layar (share screen) presentasi. Bila Google Meet (Asli) punya fitur telekonferensi, lantas bagaimana dengan saudaranya? Begini penjelasan mengenai Google Meet “biasa”.
Google Meet versi “biasa”

Untuk diketahui, kemunculan dua aplikasi panggilan dari Google, yakni Google Meet (Asli dan Google Meet “biasa” , telah berlangsung mulai Juli lalu. Kemunculan ini bertepatan dengan penggantian nama aplikasi panggilan Google Duo menjadi Google Meet.
Dulu, Google Duo terpisah dari Google Meet. Dikutip dari laman support Google, Google Duo pada dasarnya memiliki fitur utama untuk membuat panggilan video dalam format antar individu (video call 1:1) dan grup, bukan rapat atau konferensi seperti di Google Meet.
Google Duo dapat melakukan panggilan video atau suara langsung ke kontak-kontak lain yang disimpan oleh pengguna, tanpa harus melalui tautan undangan seperti pada Google Meet. Bentuk panggilan Google Duo bisa dibilang mirip dengan panggilan WhatsApp.
Kini, Google Duo tak lagi tersedia di toko aplikasi Google Play Store dan App Store. Pengguna tak lagi bisa mencari Google Duo. Sebagai gantinya, Google Duo beralih nama menjadi Google Meet “biasa” tanpa ada status “asli”.
Peralihan nama Google Duo menjadi Google Meet itulah yang menyebabkan munculnya dua aplikasi panggilan Google Meet (Asli) dan Google Meet “biasa”. Di Google Meet “biasa”, pengguna bakal menemukan fitur Google Duo seperti yang disebutkan di atas.
Baca juga: Apple Kini Lebih Besar dari Gabungan Google, Amazon, dan Meta
Kemudian, ada pula fitur telekonferensi seperti pada Google Meet (Asli). Jadi, secara sederhana, dapat dipahami bahwa Google Meet “biasa” merupakan aplikasi gabungan dari dua fitur Google Meet dan Google Duo.
Demikianlah penjelasan seputar perbedaan Google Meet (Asli) dan Google Meet “biasa” yang mungkin cukup membingungkan sebagian pengguna, semoga bermanfaat.
Terkini Lainnya
- Sejarah E-sports di Dunia, Turnamen dan Game Pertama hingga Masuk Cabang Olahraga
- Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon
- Kamera iPhone Ngeblur Saat Ambil Foto? Begini Cara Mengatasinya
- Snapdragon 8s Gen 4 Resmi, Lebih Ngebut walau Pakai CPU Lama
- Cara Beli Tiket Bioskop Online buat Nonton Film Bareng Keluarga Saat Lebaran 2025
- Ponsel Lipat Masa Depan Samsung Bisa Ditekuk Dua Arah?
- Fitur Baru Instagram Reels, Video Bisa Dikebut seperti TikTok
- Tablet Samsung Galaxy Tab S10 FE dan Tab S10 FE Plus Resmi, Pakai Exynos 1580
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Konsol Nintendo Switch 2 Diumumkan, Meluncur 5 Juni, Ini Harganya
- Intel Menyerah dari Pasar GPU "High-End", Tumbang dari Nvidia dkk?
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Infinix Zero 5G 2023 Diam-diam Meluncur, Bawa Kamera 50 MP dan Chip Dimensity 1080
- Jadwal Main Event Piala Presiden Esports 2022 Mobile Legends dan Game Lain
- Harga Bitcoin Anjlok di Tengah Isu Binance Beli FTX, Terendah dalam 2 Tahun
- MediaTek Dimensity 9200 Meluncur, Chipset Flagship Hemat Daya
- Poco M5 dan Poco M5s Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 2 Jutaan