Ini yang Dicari Netizen Indonesia di Google Selama Pandemi

- Google kembali mengumumkan daftar pencarian terpopuler di Indonesia sepanjang 2020. Daftar ini dirangkum dalam laporan Year in Search 2020. Banyak kata kunci baru yang muncul dan menjadi tren, akibat pandemi Covid-19.
Head of Large Customer Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim mengatakan bahwa tahun 2020 menjadi periode yang menantang bagi sejumlah industri.
Mengingat, di tahun 2020, mereka dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan kebiasaan baru atau akrab diistilahkan dengan new normal.
Baca juga: Gunakan 4 Aksesori Ini Agar Smartphone Tetap Steril di Era New Normal
"Banyak ketidakpastian terutama karena ada pandemi dan perubahan yang sangat drastis, sehingga banyak tren-tren baru yang mungkin kita tidak pernah lihat di tahun 2019 dan 2018," kata Muriel dalam sesi conference call, Selasa (23/2/2021).
"Laporan ini juga memberikan insight mengenai tren yang tidak kami lihat dua tahun lalu ketika mulai menerbitkan laporan Year in Search untuk Brand," lanjut Muriel.
Laporan ini didasarkan pada data Google Trends, eConomy 2020, dan Think With Google, yang memperlihatkan sejumlah tren umum yang muncul sejak November 2019 hingga Oktober 2020.
Ada delapan kata kunci (keyword) baru yang muncul sejak masa pandemi berlangsung, di antaranya yaitu:
- "Swab Test"
- "Antigen"
- "Rapid Test"
- "Serology Test"
- "Cara cuci tangan dengan benar"
- "Cara membuat sanitizer"
- "Reusable Mask"
- "Maskne"
Selain itu, Google juga memaparkan lima tren utama mengenai daftar pencarian populer di Indonesia selama periode tersebut.
Laporan tersebut menggambarkan tren yang mengalami peningkatan berkelanjutan sepanjang tahun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, khususnya dari segi ketertarikan orang Indonesia akan hal-hal baru.
1. Individual Matters
Menurut hasil riset Google, selama pandemi berlangsung, orang Indonesia terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Salah satu hal yang dilakukan yaitu lebih memprioritaskan kesehatan mental dan mulai menggunakan internet untuk mengedukasi diri mereka terkait sejumlah isu.
Penelusuran dengan kata kunci "kesehatan mental" dilaporkan naik 70 persen dan "self-care" meningkat hingga 45 persen.
Baca juga: Twitter Perbanyak Verifikasi Biru untuk Akun Milik Ahli Kesehatan
"Mereka cenderung memikirkan kualitas hidup mereka, baik kesehatan fisik atau mental. Keadaan pandemi sekarang juga membuat orang Indonesia ingin mempelajari masalah ini dan mungkin mencari solusi" ujar Muriel.
"Kesadaran soal isu-isu sosial juga mulai dicari tahu. Misalnya keyword "rasisme adalah" itu meningkat 40 persen," lanjutnya.
Isu yang ditelusuri mengenai kesetaraan gender pun meningkat. Berdasarkan data Google, kata kunci "gender equality" meningkat 25 persen.
Terkini Lainnya
- YouTube Shorts Tambah Fitur Editing Video untuk Saingi TikTok
- Apakah Dark Mode Bisa Menghemat Baterai HP? Begini Penjelasannya
- 3 Cara Upload File ke Google Drive dengan Mudah dan Praktis
- 7 Tips Hemat Penyimpanan Akun Google Gratis Tanpa Langganan
- 2 Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah dan Praktis
- 10 Cara Mengatasi WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka dengan Mudah, Jangan Panik
- Trump Beri TikTok 75 Hari Lagi, Cari Jodoh atau Blokir?
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- iOS 19 Rilis Juni, Ini 26 iPhone yang Kebagian dan 3 iPhone Tidak Dapat Update
- Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul
- Kecepatan Internet di Indonesia Dilaporkan Meningkat, Ini Angkanya
- Jumlah Pengguna Internet Indonesia 2021 Tembus 202 Juta
- Teknologi Cas Baterai Cepat VOOC Oppo Kini Bisa Dipakai Vendor Lain
- Aplikasi Media Australia Laris Pasca-Facebook Blokir Konten Berita
- Cerita Programer Muda Bikin Prediksi Covid-19, Lebih Akurat dari yang Dipakai Trump