Blanja.com Ditutup, Pengguna Diminta Tarik Dana dari Dompet Blanja

- Telkom resmi menutup e-commerce Blanja.com terhitung awal September ini. Dengan demikian, semua kegiatan jual beli di Blanja.com telah dihentikan.
E-commerce ini merupakan hasil kerja sama Telkom dan eBay yang diluncurkan 2014 lalu. Dengan ditutupnya platform ini, Blanja.com mengimbau pengguna untuk segera menarik dana yang dimiliki dari Dompet Blanja.
Blanja.com meminta pengguna untuk menarik saldo di Dompet Blanja sebelum 30 September 2020. Pengguna bisa mentransfer dana minimal Rp 10.000 di Dompet Blanja ke rekening bank apa saja.
Sementara untuk penarikan saldo Dompet Blanja setelah 30 September 2020, bisa melalui e-mail ke support@blanja.com menggunakan e-mail yang terdaftar di Blanja dan melampirkan file KTP serta buku rekening.
Langkah pertama untuk menarik dana adalah menuju menu “Akun Saya” - “Saldo dan Penarikan Dana”, atau masuk ke “My Blanja” – Dashboard” untuk menemukan fitur penarikan dana. Kemudian, klik "Saldo dan Penarikan Dana" dan klik "Penarikan Dana".
Baca juga: Telkom Tutup E-commerce Blanja.com
Selanjutnya, isi informasi rekening bank apabila belum pernah mengelolanya di halaman "Pengaturan Keamanan". Lalu, konfirmasi sisa saldo dan klik "Selanjutnya", kemudian konfirmasi rekening bank dan jumlahnya.
Setelah semua terkonfirmasi, pengguna bisa menunggu proses transfer dana yang diperkirakan memakan waktu tiga sampai tujuh hari kerja. Informasi selengkapnya tentang cara penarikan Dana Dompet Blanja bisa dilihat di laman berikut.
Melalui keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Rabu (2/9/2020), pihak Telkom mengatakan, terhitung 1 Oktober 2020 Telkom hanya akan fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM (Business to Business/B2B).
Telkom tengah fokus mengembangkan dan menangkap peluang bisnis e-commerce di pasar enterprise. Salah satunya melalui Pasar Digital (PaDi) UMKM yang memanfaatkan aplikasi digital untuk mengembangkan bisnis dan ekosistem UMKM.
"TelkomGroup menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan masyarakat serta stakeholder yang selama ini bergabung dan memanfaatkan fasilitas transaksi retail Blanja.com, terutama para pelaku bisnis di seluruh Indonesia," ungkap Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid.
Di halaman resminya, pihak Blanja.com juga mengatakan, kegiatan pembelian, penjualan, pembayaran, serta pengiriman yang masih dalam proses akan tetap diselesaikan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang terjalin baik selama ini antara Blanja dan Teman Blanja," tulis pengumuman di halaman Blanja.com.
Baca juga: Empat Tahap Perkembangan E-commerce, Indonesia Masih di Bawah
Sebagai informasi, Blanja.com diluncurkan tahun 2014. E-commerce ini merupakan hasil patungan antara Telkom Group dan eBay, perusahaan e-commerce raksasa asal Amerika Serikat.
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Begini Cara Membuat Avatar di Facebook, Sudah Bisa di Indonesia
- Telkom Tutup E-commerce Blanja.com
- 9 Pusat Riset di Balik Teknologi dan Inovasi Vivo
- Inilah ZTE Axon 20 5G, Smartphone Pertama dengan Kamera Depan di Dalam Layar
- Samsung Pastikan Galaxy Z Fold 2 Masuk Indonesia, Kapan?